28.2 C
Tarakan
Sabtu, Oktober 24, 2026

Karhutla Kaltim Capai 9.327 Hektare, Paser Jadi Wilayah Terparah

KALTARAONE.COM, SAMARINDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur mencatat akumulasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 252,55 hektare lahan di berbagai wilayah kabupaten dan kota sepanjang Januari hingga September 2024 akibat puncak musim kemarau dan aktivitas manusia, Kamis (24/10/2026).

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma, mengungkapkan bahwa penyebaran titik api paling dominan terjadi selama periode Agustus hingga September. Berdasarkan data rekapitulasi, Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat dampak terluas dengan total 93,50 hektare, diikuti oleh Kabupaten Kutai Timur sebesar 56,50 hektare, dan Kabupaten Paser seluas 38,50 hektare. Wilayah lainnya seperti Berau, Samarinda, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Kutai Barat, dan Bontang juga melaporkan kejadian serupa dengan luasan yang bervariasi.

Penyebab utama dari fenomena ini masih didominasi oleh faktor antropogenik atau aktivitas manusia. Agus menyebutkan bahwa praktik pembukaan lahan untuk kepentingan pertanian, pembuangan puntung rokok sembarangan di area kering, serta pembakaran sampah yang tidak terkontrol menjadi pemicu utama munculnya titik api di berbagai titik rawan.

  • Kebakaran hutan dan lahan di Kaltim mencapai 252,55 hektare hingga September 2024.
  • Aktivitas manusia seperti pembakaran lahan pertanian menjadi pemicu utama karhutla.
  • Kabupaten Kutai Kartanegara mencatatkan luasan dampak kebakaran tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Dalam upaya menekan angka tersebut, pihak BPBD terus memperketat pengawasan melalui patroli rutin di daerah-daerah yang terdeteksi memiliki kerawanan tinggi terhadap titik panas. Sinergi lintas instansi menjadi fondasi utama dalam strategi mitigasi bencana ini di lapangan.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, TNI, dan Polri untuk melakukan pencegahan dan penanganan cepat jika ditemukan titik api. Edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar juga terus kami gencarkan.”

— Agus Hari Kesuma

Selain langkah penindakan, pemerintah daerah menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ekosistem. Keterlibatan warga dalam melaporkan temuan api sejak dini dinilai sangat krusial agar tim gabungan dapat melakukan lokalisasi sebelum api merambat lebih luas ke area pemukiman atau hutan lindung. Agus menegaskan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam keberhasilan pencegahan karhutla di masa depan.

Wilayah Luas Terbakar (Hektare)
Kutai Kartanegara 93,50
Kutai Timur 56,50
Paser 38,50

Meskipun situasi saat ini diklaim masih dalam kendali pihak berwenang, ancaman kebakaran tetap membayangi selama kondisi cuaca ekstrem masih terjadi. BPBD Kaltim berkomitmen untuk terus memprioritaskan tindakan preventif yang dinilai jauh lebih efektif dibandingkan upaya pemadaman setelah api meluas.

“Kami berharap kerja sama semua pihak untuk menjaga lingkungan dari karhutla. Pencegahan jauh lebih efektif daripada harus melakukan pemadaman setelah api membesar.”

— Agus Hari Kesuma

Strategi ke depan akan tetap difokuskan pada penguatan sistem peringatan dini dan peningkatan kapasitas personel di tingkat desa. Dengan memadukan pemantauan satelit dan tindakan cepat di lapangan, pemerintah berharap dapat meminimalisir kerugian ekologis yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan di Kalimantan Timur.

  • Meningkatkan patroli rutin di titik rawan atau hotspot.
  • Menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan metode pembakaran.
  • Melaporkan segera setiap temuan api kepada petugas terkait.

Transparansi dalam pelaporan data luasan lahan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menjadi evaluasi berkala atas efektivitas prosedur operasional standar yang diterapkan. Hingga saat ini, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan elemen masyarakat terus diperkuat guna menjaga kelestarian hutan sebagai aset vital daerah.

Ringkasan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 252,55 hektare wilayah akibat kemarau dan aktivitas manusia sepanjang Januari hingga September 2024.

Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat dampak terluas dengan 93,50 hektare, diikuti Kutai Timur seluas 56,50 hektare dan Paser seluas 38,50 hektare, yang sebagian besar dipicu oleh praktik pembukaan lahan pertanian dan pembakaran sampah.

Untuk menekan angka karhutla, BPBD Kaltim memperketat patroli rutin dan meningkatkan sinergi lintas instansi bersama TNI, Polri, serta Manggala Agni guna melakukan pencegahan serta penanganan cepat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,044FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles