KALTARAONE.COM, MALINAU — Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menyalurkan bantuan logistik darurat berupa 1,8 ton beras, uang tunai, Al-Qur’an, serta pakaian layak pakai kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Putra di Teluk Sanggan, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, guna meringankan beban para santri dan pengurus setelah asrama serta ruang kelas mereka hangus dilalap si jago merah, Rabu (04/11/2026).
Musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) tersebut menghanguskan asrama 1 dan 2 serta rumah pimpinan pesantren, memaksa 91 santri kehilangan tempat tinggal dan seluruh perlengkapan pribadi mereka. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., turun langsung menyerahkan bantuan yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) serta dana PMI sebesar Rp18 juta.
Pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengoordinasikan berbagai instansi teknis untuk memastikan kebutuhan pangan dan sandang para santri terpenuhi selama masa pemulihan darurat. Bupati Malinau Wempi W Mawa menyatakan keprihatinannya yang mendalam serta menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi proses rehabilitasi fasilitas pendidikan keagamaan tersebut agar kegiatan belajar mengajar dapat segera normal kembali.
Bupati Malinau Wempi W Mawa menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendampingi para santri yang terdampak musibah tersebut.
“Kami atas nama Pemkab Malinau turut prihatin atas musibah kebakaran ini. Semoga para pengurus dan santri diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,”
— Wempi W Mawa
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya membantu proses pemulihan, baik dari segi fasilitas fisik maupun kebutuhan mendesak lainnya. Kepedulian lintas lembaga juga terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk LAZNAS BMH Kalimantan Utara, Muslimat Hidayatullah (Mushida) Kabupaten Malinau, serta MTsN Malinau yang turut menyalurkan bantuan logistik dan dana tunai untuk meringankan beban para korban.
Pihak pengelola pondok pesantren menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesigapan jajaran pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang telah mengulurkan tangan. Bantuan yang datang secara bertahap ini dinilai memberikan ketenangan psikologis bagi para santri di tengah situasi yang masih penuh dengan kecemasan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk kembali bangkit dan membenahi asrama serta fasilitas belajar santri yang terbakar.”
— Pimpinan Ponpes Al-Khairaat
Proses pemulihan pascakebakaran diperkirakan memerlukan waktu yang cukup panjang, terutama untuk membangun kembali asrama dan sarana penunjang yang hancur total. Pemerintah Kabupaten Malinau berharap musibah ini dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan serta menjadi momentum peningkatan mitigasi bencana di lingkungan lembaga pendidikan agar kejadian serupa dapat diantisipasi dengan lebih baik di masa mendatang.
Ringkasan
Pemerintah Kabupaten Malinau menyalurkan bantuan logistik darurat kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Putra di Desa Malinau Hulu pada Rabu (04/11/2026) untuk meringankan beban 91 santri yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran pada Kamis (22/10/2026).
Bantuan yang diserahkan langsung oleh Sekda Kabupaten Malinau Ernes Silvanus tersebut bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dan dana PMI, meliputi 1,8 ton beras, uang tunai Rp18 juta, Al-Qur’an, serta pakaian layak pakai.
Bupati Malinau Wempi W Mawa menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendampingi proses rehabilitasi fasilitas pesantren yang hangus terbakar agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.







