
KALTARAONE.COM,JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mendorong pembangunan jaringan kereta api sebagai salah satu solusi untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi angkutan komoditas di Kaltara.
Hal itu diutarakan Gubernur Zainal saat membuka rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) bersama PT. Indonesia Transit Synergy (INTRA) terkait rencana pembangunan jaringan kereta api di Kaltara di Ruang Pertemuan Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9).
Gubernur Zainal, mengatakan kereta api dapat menjadi bagian penting dalam sistem logistik terpadu Kaltara karena mampu menghubungkan kawasan produksi, terutama pertambangan dan perkebunan, dengan kawasan industri hingga pelabuhan.
Ia menilai kebutuhan terhadap moda angkutan tersebut semakin penting karena biaya logistik dan efisiensi transportasi masih menjadi salah satu tantangan bagi dunia usaha di Kaltara.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah tingginya biaya pengangkutan komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit. Beban angkutan yang besar juga membuat jalan raya semakin padat dan memberikan tekanan terhadap infrastruktur publik.
“Kereta api bisa menjadi angkutan yang lebih ekonomis untuk membawa komoditas dalam jumlah besar. Biaya transportasi perusahaan juga bisa ditekan,” kata Zainal.
Menurutnya, penggunaan kereta api tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya.
“Kalau batu bara dan sawit bisa diangkut menggunakan kereta api, biaya angkut bisa lebih efisien dan beban jalan raya juga berkurang,” jelasnya.
Zainal memandang pembangunan jaringan kereta api harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem konektivitas yang mendukung aktivitas ekonomi Kaltara. Jalur tersebut diharapkan dapat menghubungkan kawasan produksi dengan pusat industri dan pelabuhan sehingga distribusi barang menjadi lebih lancar.
Ia juga menilai kehadiran infrastruktur tersebut penting untuk mendukung perkembangan ekonomi Kaltara yang terus tumbuh. Dengan potensi sumber daya alam, kawasan industri, serta peluang hilirisasi yang dimiliki, daerah membutuhkan sistem transportasi yang mampu mengikuti peningkatan aktivitas produksi.
Lebih lanjut, Gubernur berharap rencana pembangunan kereta api tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat segera masuk pada tahapan yang lebih konkret.
“Pertemuan ini harus menghasilkan komitmen yang bisa ditindaklanjuti. Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan dunia usaha,” tegasnya.
Zainal juga meminta dukungan perusahaan di Kaltara, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, sebagai calon pengguna jasa kereta api.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sejak tahap awal penting agar pembangunan jaringan kereta api benar-benar sesuai dengan kebutuhan angkutan komoditas di daerah.
“Harapan kita tahun depan sudah bisa groundbreaking. Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan dukungan perusahaan dan sinergi semua pihak,” pungkasnya.







