Pencarian Korban Terkendala Arus Kencang

TARAKAN, kaltaraone.com – Asik menonton saudaranya yang lagi berenang di sekitar Desa Ujang, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, balita berinisial AF (4) diduga terpeleset dan hanyut terbawa arus. Persitiwa yang terjadi pada Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 16.00 Wita langsung dilaporkan ke kantor SAR Tarakan.

“Kami dapat laporan 21.25 Wita langsung melakukan pencarian di lokasi yang diduga tempat korban tenggelam. Saat itu korban sedang melihat kakaknya mandi di sungai,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Amiruddin Jumat (12/2/2021).

Diduga korban terpeleset karena jembatan basah dan licin usai diguyur hujan. Sebanyak 6 personil dikirim ke lokasi kejadian. Hingga kemarin, pencarian masih dilakukan. Proses pencarian terhambat, karena lokasi tempat kejadian susah jaringan komunikasi. Sehingga, informasi dan komunikasi antar tim agak terganggu.

“Kalau dari SAR Tarakan ada satu Rigid Inflatable Boats (RIB) kami turunkan untuk melakukan pencarian dengan satu tim dengan 6 personel,” ungkapnya.

Sesuai rencana operasi, lanjut Amiruddin, masih berdasarkan pergerakan arus sungai. Terlebih lagi, di sekitar sungai di Desa Ujang ini memiliki arus yang deras. Sehingga fokus pencarian di arah muara, sekitar 1 sampai 3 mil dari lokasi kejadian.

“Arusnya cukup deras. Jadi konsentrasi fokus pencarian tim di arah muara, dari lokasi kejadian,” imbuhnya.

Pencarian juga dilakukan hanya sejak pagi hingga sore hari, karena visibilitas jarak panjang yang terbatas. Namun, ia memastikan waktu hingga sore hari juga tergantung cuaca. Diperkirakan hanya sampai sekira pukul 17.00 Wita. Lebih dari waktu tersebut, cuaca sudah mulai gelap dan visibilitas tidak memungkinkan dilakukan pencarian hingga malam hari.

“Sebenarnya bisa dilakukan pencarian malam, apabila korbannya diketahui atau sudah muncul di permukaan. Tapi kalau masih berupa pencarian, tidak efektif. Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama 7 hari,” tegasnya.(ko1)