Gubernur : Laut Kaltara Punya Nilai Ekonomis

0

KALTARAONE.COM, JAKARTA – Pengurus Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) periode 2022-2025 resmi dilantik. Pelantikan yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) itu digelar di Hotel Discovery Ancol Jakarta dan dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Sejumlah kepala daerah didaulat menjadi narasumber yang dirangkai dengan acara talk show salah satunya adalah Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal A Paliwang, SH., M.Hum.

Dalam kesempatannya, Gubernur memaparkan terkait potensi kelautan dan pulau-pulau pesisir sebagai potensi kekayaan daerah untuk menyejahterakan masyarakat.

“Untuk daerah perbatasan dan kepulauan Kaltara ini memiliki ratusan pulau juga, baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni juga,” ujar Gubernur, Kamis (24/2/2022) malam.

Gubernur menjelaskan, bahwa potensi sumber daya kelautan di Kaltara memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Itu terbukti dengan hasil tangkapan dan tambak yang memiliki kualitas ekspor.

“Waktu itu setelah saya menanam mangrove saya melihat ada kepiting dan saya tangkap dan ini potensi yang luar biasa untuk Kaltara untuk ekspor,” ucap Gubernur.

Tak hanya itu, komoditas lainnya seperti budidaya rumput laut hingga konservasi mangrove. Hal ini tentu akan saling berkaitan, untuk menjaga ekosistem laut demi kelestarian sumber daya laut yang berkualitas.

“Tutupan mangrove sampai saat ini lebih kurang 180.981 hektar, dan sejak pak Presiden Jokowi melakukan penanaman mangrove bersama 7 Duta Besar di KTT dan bersama saya dan dinas terkait dua minggu sekali saya melakukan penanaman mangrove ditambak-tambak,” jelasnya.

Untuk diketahui, luas tambak di Kaltara cukup luas. Namun, sangat disayangkan penggunaannya hanya dibagian sisi luarnya saja. Maka dari itu perlu adanya dilakukan penanaman mangrove di bagian sisi tengah tambak.

“Jadi tengah-tengah tambak inilah yang rencana saya akan menanam mangrove,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga gencar melakukan sertifikasi tambak-tambak milik rakyat dan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar tidak ada permasalahan sengketa lahan.

“Saya informasikan bahwa tahun 2021 lalu mensertifikatkan tambak-tambak rakyat sebanyak 1.516 sertifikat dan insya Allah ditahun 2022 ini kami berupaya untuk sertifikasi tambak rakyat sebanyak 2.000 sertifikat,” bebernya. (dkisp)