
KALTARAONE.COM, TARAKAN — Perayaan Natal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Sektor 5 Juata Permai, berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) El-Shaddai 4, di Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Minggu (18/1/2026).
Sekitar 700 jemaat dari berbagai usia dan latar belakang tampak memadati gereja untuk bersama-sama merayakan kelahiran Yesus Kristus. Natal IKAT Sektor 5 tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24.
Tema tersebut menegaskan makna Natal sebagai ketulusan iman akan kehadiran Allah yang membawa keselamatan, pengharapan, dan pemulihan bagi keluarga serta komunitas.
Ketua Panitia Natal IKAT Sektor 5, Meston Lubis, menyampaikan bahwa perayaan Natal dapat terlaksana berkat kerja sama seluruh warga, meskipun panitia menghadapi keterbatasan. Dari rencana kebutuhan sebesar Rp36 juta, dana yang berhasil dihimpun hingga hari pelaksanaan mencapai sekitar 70 persen.
“Puji Tuhan, meski dengan segala keterbatasan, melalui kebersamaan dan doa, Tuhan mencukupkan sehingga perayaan Natal ini bisa terlaksana,” ujar Meston.
Ketua IKAT Sektor 5 Juata Permai, Semuel S. Pabebang, S.Pd, menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan semata, melainkan panggilan untuk menghidupi persatuan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Keselamatan yang Allah hadirkan harus kita hidupi dengan bersatu, berjalan bersama, dan saling peduli sebagai satu keluarga,” kata Semuel.
Ia mengapresiasi kerja keras panitia dan para penarik dana yang selama sekitar satu bulan berjuang demi terselenggaranya Natal bersama. Menurutnya, memasuki tahun 2026, kebersamaan harus terus diperkuat agar IKAT semakin solid.
Senada dengan itu, Sekretaris IKAT Kota Tarakan, Yulianus Bassi, S.Sos, yang hadir mewakili pengurus IKAT Kota Tarakan, menyampaikan bahwa secara organisasi IKAT masih tetap berjalan aktif dan tidak vakum.
“IKAT adalah organisasi yang bersifat sosial dan kerohanian. Perayaan Natal seperti malam ini, serta berbagai kegiatan sosial lainnya, adalah bukti bahwa organisasi tetap hidup dan berjalan,” kata Yulianus.
Ia mengapresiasi peran aktif Pengurus IKAT Sektor 5 Juata Permai yang dinilai mampu menjadi contoh kemandirian dan kebersamaan. “IKAT adalah organisasi sosial. Sosial berarti memberi, bukan selalu menerima. Kita patut bangga sebagai orang Toraja karena mampu berdiri di atas kaki kita sendiri dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Yulianus juga mengingatkan bahwa iman, persatuan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun komunitas yang rukun, damai, dan sejahtera di tengah kehidupan bermasyarakat di Kota Tarakan. (AR)







