Natal IKAT Tarakan, dr. Khairul: Rumah Ibadah Harus Jadi Sumber Cinta Kasih

KALTARAONE.COM, TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan pentingnya peran rumah ibadah sebagai pusat penyebaran nilai cinta kasih dan persaudaraan lintas iman, bukan semata-mata tempat ritual keagamaan.

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Tarakan di Gereja Toraja Kampung Baru, Jumat (9/1/2026). Acara tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dan dihadiri ratusan warga Toraja.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota hadir bersama Kapolres Tarakan, Komandan Kodim 0907/Tarakan, pengurus IKAT Kota Tarakan, pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Harapan kita, rumah ibadah, baik Masjid, Gereja, Katedral, Vihara, maupun Pura, tidak hanya memberikan cinta kasih kepada umatnya sendiri, tetapi juga kepada sesama yang berbeda keyakinan,” ujar Khairul.

Menurut dia, keberadaan rumah ibadah di tengah lingkungan masyarakat seharusnya menjadi sumber kesejukan dan perekat sosial. Ia mencontohkan kawasan dengan mayoritas umat tertentu tetap perlu membuka ruang kasih bagi umat agama lain.

“Kalau di suatu wilayah mayoritas umat Kristiani, maka kasih juga harus ditunjukkan kepada umat lain. Begitu juga sebaliknya. Di perkampungan Muslim pun, kasih itu harus dirasakan oleh semua,” kata Khairul.

Ia menegaskan, sudah bukan waktunya lagi masyarakat memperdebatkan perbedaan keyakinan. Justru, perbedaan tersebut harus dipahami sebagai kekayaan sosial yang memperkuat persatuan.

“Saya selalu mengingatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, jangan menempatkan diri sebagai ‘panitia hari kiamat’, merasa paling benar dan menyalahkan yang lain,” tegasnya.

Khairul juga menekankan bahwa seluruh umat manusia berasal dari satu nenek moyang yang sama. Perbedaan agama, kata dia, tidak seharusnya menjadi sumber konflik, melainkan dasar untuk saling menghormati.

Dalam konteks Kota Tarakan, Khairul menyebut para pemimpin daerah terus berupaya memberi contoh nyata toleransi. Ia menyinggung tradisi saling hadir antarumat beragama saat perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan Natal.

“Kalau Natal, saya yang memimpin. Kalau Idul Fitri, tokoh agama lain juga hadir. Ini contoh yang harus dilihat masyarakat,” ujarnya.

Khairul juga mengapresiasi peran warga Toraja di Kota Tarakan yang selama ini dikenal aktif menjaga persatuan dan kerukunan. Ia menilai IKAT sebagai organisasi kemasyarakatan telah teruji menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial.

Ia berharap nilai-nilai Natal tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun relasi sosial yang damai dan saling menghargai.

“Semangat Natal harus hidup dalam keseharian kita, tidak hanya dirayakan satu hari,” pungkas Khairul.